KISAH KU BERAWAL DI KAMPUS PUTIH BIRU
Assalamuallaikum . wr.wb
perkenankan saya Andhika Yang Always Ganteng and Still Maoets mendendangkan sebuah editorial yang telah disusun sedemikian rupa, agar memuaskan anda semua yang membacanya. diharapkan dengan membaca editorial dari saya ini, kalian semua dapat mengetahui berita apa saja yang sudah terjadi di STT Telkom sesudah kita selesai Geladi.
Hanya dalam hitungan hari kita akan kembali dalam hingar bingar kegiatan kampus putih-biru, lalu masuk kuliah dengan terpaksa hanya sekedar untuk mendengarkan ceramah dosen yang nampak tiada habisnya, hari - hari nitip absen kalo lagi males kuliah akan kembali terulang di kehidupan kita, saat - saat kita tidur jam 1 karena begadang nonton DVD atau main Games akan kembali hadir menemani, saat - saat kita bermain cangkulan dengan taruhan nyawa, dan tentu saja hari - hari ngecengin mahasiswi baru.
Berikut editorialnya (clik more)
GELADI......THE NEVER ENDING STROY
Geladi-Ators adalah istilah untuk sekumpulan mahasisiwa STT Telkom yang melaksanakan geladi di kantor Telkom, dengan berbekal ilmu pengetahuan yang mereka bawa dari bangku kuliah (padahal mah, ilmunya sama sekali nyaris tidak berguna). Dengan harapan para peserta Geladi mendapatkan ilmu yang berguna di masa depan nanti dalam menghadapi dunia kerja yang penuh perhiasan duniawi dan kenikmatan sorgawi.
Menurut kamus yang saya baca, judulnya 'Kamus Sunda-Inggris 10Juta Kata' , arti kata geladi adalah GErakan beLADIri, sedangkan Ators berasal dari kata Aligator yang tentu saja artinya Buaya Darat. Jadi Geladi-Ators adalah Buaya Darat yang sedang melakukan GErakan BeLADIri. (kok ga nyambung gini ya)
Ada yang tau arti kata geladi..?
BTW (disini bukan singkatan dari By The Way, tapi Becak Tiguling Wooii...), akhirnya geladi 2005 berakhir juga. tidak terasa sudah 30 hari kerja kita mencari cinta dengan dunia kerja pertelekomunikasian di Indonesia. Tapi yang sangat saya sesalkan, kapan kita dapet duitnya yang sebesar Rp.135.000,- padahal semua peserta (khususnya di bandung) sudah berharap - harap cemas mendapatkan uang tersebut. walau besarnya tidak seberapa, tapi tetesan keringat yang telah kami cucurkan selama geladi cukuplah berarti bagi kemajuan teknologi di Telkom (padahal kerjanya cuma internetan doang). kayanya di semua tempat juga belum ada yang dikasih ya? Kecuali di jakarta ama di medan yang sudah dikasih uang saku dari kantor disana (Traktiran Coy).
Ada cerita seru bin ajaib, jadi waktu tanggal 12 agustus kemarin yang kebetulan bertepatan dengan meninggalnya cicak di kamer saya, kita semua para peserta geladi bandung melaksanakan penutupan di Geladi di ged.K.
nampak raut - raut wajah ceria sedikit sumringah ketika pak Yuliant Sibaroni (pembimbing akademik) ditemani Pak Meoko (Perwakilan Divisi SDM) memasuki pintu Ged.K membawa bungkusan cukup besar berwarna putih, dibungkus plastik hitam,bentuknya kotak, dan nampak berat. kami semua menduga isi didalam bungkusan itu adalah amplop berisi uang 135.000 yang nanti pada akhir acara akan dibagikan. malah ada seorang mahasiswa yang mungkin urat malunya sudah putus berteriak dengan lantang,"Woooiii, pak Yuliant mau bagi - bagi duit.", sedangkan pak yuliant yang mendengarnya cuma ketawa - ketiwi tanpa dosa.
Kemudian acara penutupan dimulai kami semua larut dalam suasana canda, tawa, dan rindu karena bertemu kawan - kawan senasib seperjuangan. jam 10 teng..teng, geladi 2005 resmi ditutup. ketika pak Yuliant mengucapkan salam penutup, nampak tidak ada satupun mahasiswa yang beranjak dari tempat duduk mereka (berharap waktunya bagi2 duit). Akhirnya pak Yuliant mengeluarkan juga bungkusan tadi dari kolong meja, beratus - ratus pasang mata mulai melihat gerak - gerik bapak Yuliant, masing - masing sudah menyiapkan golok di tas mereka, pak Yuliant membuka bungkus plastiknya, kemudian sambil menahan nafas bungkusan kotak berwarna putih tersebut...........diserahkan ke pak Meoko. ternyata bungkusan tersebut isinya cenderamata untuk Pak Meoko sebagai tanda terima kasih dari STT Telkom (what The *pip*). Kami semua tentu saja kecewa berat, tidak sedikit yang menitikkan air mata karena tidak kuasa menahan kesal dihati, ada juga yang pingsan karena orang didepannya kentut (saking tegangnya kali).
HARI GINI MASIH PERWALIAN
Yaks..hampir semua mahasiswa STT Telkom membenci perwalian, selain dilaksanakan ketika sedang nikmat - nikmatnya berlibur, sang dosen wali juga busssyyeett....susah amat di temuinnya. Sekalinya ketemu ada aja alasannya buat kabur, contohnya kaya gini "Aduh maaf ya De. jangan hari ini, bapak mau seminar dulu" ato kalo di telp buat janjian ketemuan jawabnya kaya gini "Syorry..Syorry, besok bapak syibuk.kakek bapak mau di syunat lagi" (cuma fiktif belaka, jangan di tebak dosennya siapa).
Kabar baik buat seluruh angkatan 2003, semester ini ga perlu menyerahkan KRS yang ditanda-tangan dosen wali buat registrasi, jadi nanti pas registrasi kita langsung serahin aja kartu KTM lama ke loket BKA (berlaku untuk berapapun jumlah sks yang kita ambil). Berita ini saya dapatkan dari saudara Desy Haryani sang mojang asal Purwakarta yang ternyata selama Geladi ga jadi kurus. Tapi buat yang sudah terlanjur basah ikut perwalian, tidak perlu berkecil hati, karena usaha anda Insya Allah akan dibalas. Aaaaammmmiiinnn
Registrasi....OKEH !!!
Perwalian....NOTHING !!!
PDKT 2005, AJANG MENEMPA PRIBADI BRUTAL
Hari pertama. Dilaksanakannya pembagian kelompok PDKT beserta pengumuman tugas - tugas. para MABA sudah terlihat botak dan kalo diliat dari jauh nampak seperti bayi kembar siam yang gagal operasi sesarnya.
hari kedua. Pra-PDKT, para Tatib mulai beraksi, di iringi teriakan yang memekakkan telinga dan menyumbat idung. Dilanjutkan perkenalan panitia yang always cool, calm, and conpident (pake sikat gigi ciptadent). Tugas- tugas mulai ditambah dengan istilah TUGAS BESAR. Hukuman mulai dijalankan, sanksi mulai ditegakkan, dan mayat - mayat pun bergelimpangan.
Hari Ketiga. sudah mulai banyak korban berjatuhan. beberapa orang mengundurkan diri karena alasan fisik, sebagian pergi karena tidak cocok dengan sang calon, sedangkan yang lainnya tidak disetujui orang tua (PDKT ko kaya biro jodoh ya).
Tgl 15 Agustus,kami ber-8 (saya, adham, akbar, bayu, desy, furqon, untung, dan robi) menjadi saksi kerasnya PDKT tahun ini (ga keras2 banget sih). MABA yang melanggar peraturan berlari di bawah terik matahari dengan rute 'Pos Satpam belakang - Lap parkir ged.K'. sedangkan para MIBA dijemur di lapangan Voli deket kami ber-8 nongkrong. Beberapa MIBA mulai berlari - lari dengan manis bak entog di sawah di depan kami. Adham mulai timbul jiwa isengnya, dia meneriaki para MIBA supaya ga ikut PDKT, soalnya ga wajib. Kemudian Akbar ikut - ikutan berteriak "ada yang punya dongkrak?klo no HP pasti punya kan?". saya sih cuek aja, soalnya klo lagi PDKT ga keliatan mana yang cantik mana yang geulis.
THE CONCLUSION FROM ANDHIKA
Tiba di penghujung editorial. terima kasih buat semua temen - temen yang udah ikut posting si web ini (walau yang aktif cuma itu2 aja). trus saya mohon maaf kalo selama bikin editorial di web ini banyak bikin yang kacau dan ancur, klo ada yang tersinggung saya mohon maaf. sebagai manusia biasa memang tidak akan lepas dari kesalahan. saya harap temen2 tetep posting walau ga lagi geladi, siapa lagi yang memakmurkan web kalau bukan kita.
Sampai jumpa dikampus tercinta STT Telkom nanti tgl 22 agustus, semoga kita bertemu tanpa kurang suatu apapun. Eh STT telkom kan singkatan dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
, sengaja saya bold dibagian Sekolah, karena ternyata selama ini kita masih sekolah jadi belum layak disebut kuliah.
Jadi kalo nanti dijalan ada yang nanya, "Kuliah dimana?" kita harus jawab kaya gini "Blum kuliah,masih sekolah di STT Telkom".
trus yang tadi nanya langsung ngomong "idih udah jenggotan masih sekolah".
Sesuai dengan lagu Chrisye
kita masih anak sekolah, STT Telkom. Belum tepat waktu tuk begini begitu.
anak STT, datang kembali. kalo udah ngerjain TP...wuo..wuo..wuo..wuo..yeah..yeah
Posted By: andhika Date: 08/18/2005 7:02 am

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home