Ganyang Malay?
Buntut ketegangan Indonesia dengan Malaysia mulai terasa di ruang cyber (cyberspace). Beberapa orang yang mengaku bukan 'hacker', telah "mengganyang" situs resmi pemerintah Malaysia.
Situs resmi milik Ketua Pengarah Kerja Raya (KPKR) Malysia, telah berubah wajah menjadi sebuah halaman penuh kata-kata peringatan terhadap sikap pemerintah Malaysia.
Dari halaman tersebut, terlihat jelas kebencian si pelaku (yang di akhir kalimat menyertakan pesan bahwa dia bukan hacker) kepada sikap Malaysia terhadap Indonesia akhir-akhir ini.
Beralamat di www.jkr.gov.my, si pelaku menghiasi halaman tersebut dengan pesan peringatan menggunakan tulisan warna putih yang ditulis di atas latar berwarna merah menyala. Tampaknya si pelaku berusaha menampilkan diri dengan identitas merah-putih, warna bendera Indonesia.
Dalam seruannya, si pelaku menyampaikan agar pemerintah Malaysia segera menarik diri dari kawasan Indonesia, dan jangan terlalu rakus. Digambarkan pula kondisi luluh-lantak yang dialami Indonesia saat ini, seperti bencana alam dan meningkatnya angka kemiskinan. "Negaramu jauh lebih makmur dibanding Indonesia. Tidakkah anda merasa malu?" seru si pelaku.
Berikut adalah kalimat yang tertulis pada halaman tersebut:
With respect,
In the name of the law, I order you, Malaysian government, please retreat from Indonesian area.
Please don't be too greedy. Indonesia is having bad days recently. The natural disasters, increasing poverty, etc.
Your country is much more prosperous than Indonesia. Don't you be ashamed ?
FYI: I'm not a hacker.
Gerakan "Ganyang Malaysia" juga tertumpah di halaman milik Universitas Sains Malaysia (USN).
Menempati satu halaman penuh, tampak seruan bertuliskan "GERAKAN GANYANG MALAYSIA...!!!" ditulis dengan huruf besar warna hitam. Diikuti gambar kibaran bendera Indonesia dan foto Presiden RI I, Soekarno, di bawahnya.
Jika ditarik scroll ke bawah, di bawah foto Soekarno nampak deretan kalimat yang mencerminkan rasa jijik, tertuju untuk Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi.
Si pelaku menamai dirinya komunitas kweselCREW allNET. Di bagian bawah halaman, tertulis "Ambalat, Indonesia" sebagai lokasi aktivitas, dan nama "Mr. Ndoweh (co) dan kweselCREW allNET sebagai pengelolanya.
Mr. Ndoweh juga meninggalkan alamat e-mail, yang dapat dihubungi jika membutuhkan keterangan lebih lanjut.
Hasil deface dapat dilihat di alamat berikut: http://www.usm.my/pages/gen-view-all.asp?id=2342&idform=7
Belakangan ini suhu politik Indonesia dengan Malaysia memang cukup memanas. Ini diawali dari pemulangan ribuan tenaga kerja ilegal asal Indonesia yang berada di Malaysia. Kemudian, beberapa hari lalu kapal perang Indonesia dan Malaysia sempat 'berhadap-hadapan' di sekitar perairan Sulawesi.
Mengubah tampilan situs (defacement) dengan motif politis memang bukan hal aneh di Internet, apalagi di Indonesia. Pekan lalu seorang vandalis online memprotes kenaikan harga BBM dengan mempermak tampilan situs Depkehham.
Beberapa tahun lalu, saat Indonesia didesak untuk melepaskan Timor-Timur, terjadi perang aksi deface antara 'hacker' Indonesia dengan Timor-Timur (Portugal). Akankah peristiwa itu terulang lagi?
* NB: Ada yang mau berpartisipasi??

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home